Oleh: H. Deni Mardiana, Lc. (Dewan Pengawas Syariat Indonesia Berbagi Foundation)

Pengantar

Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang duhai bulan mulia. Kehadiranmu telah lama kami tunggu. Kebersamaan kita dalam menjalin keakraban menjalin cinta dengan sang Pencipta telah kami rindukan sejak lama. Sungguh kami rindu segera berjumpa denganmu, dengan segenap cinta kami siap menjemputmu di gerbang kehidupan kami di bulan Ramadhan tahun ini.

Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang bulan penuh ampunan. Sepanjang perjalanan kami di tahun ini, kami mengakui bertumpuknya dosa dan kesalahan pada Rabb kami. Baik yang terasa maupun yang tidak terasa. Baik yang besar maupun yang kecil. Kelemahan iman kami menjadikan kami mudah tergelincir kepada perbuatan dosa. Kelemahan semangat iman kami memudahkan setan menggoda dan mempengaruhi kami untuk menjauh dari-Nya. Datangnya engkau kehadapan kami, membuka kembali harapan untuk memperbaiki kesalahan kami. Membuka kembali harapan untuk memulai hari yang baru agar lebih baik dan lebik bermakna. Kedatanganmu sungguh kami tunggu, karena Nabi yang mulia pernah menyampaikan kepada kami bahwa kesempatan puasa Ramadhan dari tahun ke tahun akan menjadi penghapus jejak dosa selama tidak melakukan dosa besar.

Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang bulan pelipatgandaan amal kebaikan. Kami ini terkadang masih lugu dan masih manja. Kami bersemangat dalam melakukan amal ketaataan jika balasannya berlipat ganda. Walaupun demikian, kedatanganmu kami jadikan sebagai sarana tarbiyah amaliah (latihan beramal) agar jiwa dan raga kami semakin lembut dan semakin ringan dalam menjalani ketaatan kepada-Nya. Kehadiranmu telah lama kami tunggu, karena Alloh mudahkan dan kondisikan jiwa seorang hamba dalam menunaikan kebaikan.

Marhaban Ya Ramadhan, kehadiranmu ternyata juga dijemput oleh Nabi kami yang mulia. Kehadiranmu disambut dengan khutbah beliau yang sangat berkesan berkaitan dengan arahan dan bimbingan kepada umatnya agar memiliki cara pandang yang benar tentang Ramadhan dan memiliki semangat yang tinggi dalam memanfaatkan kesempatan berharga ini. Nabi kami seolah mengajarkan dan mengingatkan kepada kami, agar kami tidak pernah sekali-kali menyia-nyiakan kesempatan pertemuan singkat dengan ramadhan. Agar pertemuan singkat ini menyimpan kenangan indah dalam jejak kehidupan kami didunia dan kelak menjadi investasi amal sholeh kami di hari akhirat.

Khutbah Rasul Menjelang Ramadhan

Dalam berbagai kesempatan, Rasululloh sering menyampaikan khutbah. Khusus tentang khutbah menjelang Ramadhan, sifat khutbah yang Rasulsampaikan terbatas  dan spesial, sebagai bagian dari arahan dan bimbingan beliau kepada umatnya. Khutbah  tersebut menjadi arahan yang Rasul sampaikan kepada umatnya berkaitan dengan persiapan menyambut Ramadhan dan hal-hal yang mesti diperhatikan agar Ramadhan tidak sekedar Ramadhan. Agar perjumpaan dengan Ramadhan benar-benar mampu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih sebanyak-banyaknya rahmat, ampunan dan ridho Alloh SWT.

Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan sangat lengkap dan menyeluruh. Secara khusus akan coba saya bagi menjadi beberapa point penting agar pembaca memiliki cara pandang yang utuh dan baik berkaitan dengan isi khutbah rasul tersebut.

- Khutbah Pembuka

Rasul bersabda: Kalian diundang menjadi tamu Alloh dibulan Ramadhan dan dimuliakan oleh-Nya. Nafas-nafas kalian akan menjadi tasbih. Tidur kalian akan menjadi ibadah. Amal-amal kalian akan diterima dan setiap doa-doa kalian akan dikabulkan.

Khutbah pembuka ini mengajak kita untuk menyadari bahwa ketika Alloh mewajibkan ibadah puasa dan kita menunaikannya dengan segenap kekhusyuan, ini tiada lain karena Alloh ingin memuliakan hamba-hamba-Nya. Seluruh bentuk perbuatan baik selama Ramadhan akan berbuah pahala, dan bonus pahala dibulan Ramadhan Alloh lipat gandakan dengan lipatan yang luar biasa.

- Anjuran Rasul Selama Ramadhan

Berpuasalah dengan sebaik-baiknya dengan mengingat rasa haus dan lapar saat nanti di hari akhirat. Tunaikanlah sedekah. Muliakanlah orangtuamu. Sambunglah tali persudaraanmu. Jaga lidahmu. Tahan pandangan dan pendengaranmu dari hal-hal yang diharamkan. Kasihanilah anak-anak yatim. Bertaubatlah kepada Alloh dari dosa-dosamu dan angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa.

Rasululloh ingin mengingatkan kepada kita bahwaRamadhan tidak sekedar berpuasa di siang hari dengan menahan lapar dan dahaga semata. Rasul ingin mengajak kepada kita untuk mengoptimalkan amal-amal berharga selama Ramadhan. Ramadhan tidak boleh hanya sekedar puasa. Ramadhan merupakan kesempatan tahunan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Alloh dan hubungan sosial dengan sesama manusia.

- Peringatan Rasul Selama Ramadhan

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Dalam sebuah kesempatan Rasulullah pernah mengingatkan para sahabat akan pentingnya mengoptimalkan puasa di bulan Ramadhan. Beliau bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dari puasanya ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali menahan lapar dan dahaga saja. Hadis ini harus menjadi peringatan, bahwa niat dan semangat melakukan ketaatan dibulan Ramadhan harus selalu terjaga dan terpelihara. Keimanan dan mengharap pahala dari Alloh harus terus kita hadirkan agar kemudian terhindar dari kesia-siaan. Ungkapan Rasul untuk menjaga dari dari api neraka walaupun dengan sebiji kurma mengandung pengertian bahwa peluang berbuat kejahatan sangat mungkin dan sangat terbuka untuk dilakukan walaupun di bulan Ramadhan. Sekecil apapun peluang berbuat dosa harus kita kendalikan selama Ramadhan.

- Janji Rasul Selama Ramadhan

“Siapa saja yang membaguskan akhlaknya dibulan ini, ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) dibulan ini, maka Alloh akan meringankan pemeriksaan-Nya di akhirat. Siapa saja yang menahan kejelekannya dibulan ini, Alloh akan menaha murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan tujuh puluh kali shalat di luar bulan Ramadhan. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku dibulan ini, Alloh akan memberatkan timbangannya di hari akhirat. Siapa saja yang memberi buka puasa dibulan ini, maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa tersebut.”

Dalam poin ini,Rasulullah menegaskan agar kita memiliki optimisme yang besar kepada Alloh Swt. Janji Rasul di hadis ini tentu juga bagian yang tidak terpisahkan dari janji Alloh SWT, maka kita tidak boleh meragukan kebenarannya sedikit pun.

- Pesan Terakhir Rasul Selama Ramadhan

Wahai hamba-hamba Alloh, perbanyaklah melakukan empat perkara di bulan ini. Dua perkara yang akan mendatangkan keridhoan Rabb-mu, yaitu engkau tidak menyekutukannya dan engkau selalu memohon ampunan kepada-Nya. Adapun dua perkara yang menjadi hajatmu kepada Rabb-mu yaitu, engkau selalu memohon agar dimasukkan ke surga serta memperbanyak doa agar dilindungi dari panasnya api neraka.”.

Di akhir khutbahnya,Rasulullah mengajak umatnya untuk memperbaiki akhlak kepada Alloh SWT dengan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun. Juga menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbanyak doa agar diampuni seluruh dosa-dosanya, dimasukkan kedalam surga dan dijauhkan dari api neraka.

Penutup

Ramadhan sebentar lagi. Tinggal menghitung mundur menuju awal Ramadhan di tahun ini. Mari bersama kita sambut dengan penuh gembira. Mari kita persiapkan diri agar Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan istimewa dalam sejarah perjalanan hidup di dunia. Mintalah kepada Alloh agar dikuatkan iman dan semangat kita selama Ramadhan. Mintalah kepada Alloh agar kita diberikan kesanggupan menunaikan seluruh rangkaian kewajiban selama Ramadhan. Perbanyak istigfar dibulan Ramadhan, karena perbuatan dosa dan maksiat kita yang menyempitkan iman kita untuk mampu bergerak leluasa melakukan ketaatan dan amal shaleh.

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1439 H. Semoga seluruh rangkaian aktivitas ibadah kita di bulan Ramadhan menjadi bekal berharga melanjutkan jejak perjalanan kehidupan kita menuju surga-Nya. Ajaklah seluruh keluarga untuk bersama menikmati kekhusyuan Ramadhan. Buatlah aktivitas positif agar mereka tidak merasa jenuh selama Ramadhan. Ajaklah tetangga sekitar untuk bersama mengkondisikan lingkungan kita senyaman mungkin sehingga saling mendukung tercipta kehangatan Ramadhan ditengah-tengah kita. Terakhir, mari kita berdoa kepada Alloh agar keberkahan dan kebaikan selalu Alloh curahkan untuk bangsa dan negara ini. Mintalah kepada-Nya agar Alloh segera menghadirkan pemimpin shaleh untuk negeri ini. Pemimpin yang takut kepada Alloh serta pemimpin yang mencintai rakyatnya dan rakyat pun mencintainya. Wallohu a’lam.

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.