Oleh : H. Deni Mardiana, Lc. (Dewan Pengawas Syariat Indonesia Berbagi Foundation)

Marhaban ya ramadhan, selamat datang bulan ramadhan. Bulan penuh keberkahan itu sebentar lagi datang menyapa hari-hari kita. Bulan penuh keistimewaan itu sebentar lagi menghiasi perjalanan ibadah kita sebulan lamanya. Tentu, kita semua merasa bahagia akan kedatangannya. Tentu kita semua merasa perlu untuk menyambut kedatangan tamu agung itu, karena ia hanya datang bertamu kepada kita setahun sekali.

Penantian panjang itu sebentar lagi akan terwujud, tentu dengan izin Alloh SWT. Terwujudnya pertemuan dengan ramadhan dan menikmati sajian-sajian kebaikan menjadi harapan setiap insan. Karena kesempatan beramal shaleh di bulan ramadhan tidak akan ditemukan di bulan lain. Pun kebaikan dan bonus pahala berlipat ganda hanya Alloh sediakan selama bulan ramadhan. Bahkan lebih dari itu, kesempatan beribadah dibulan ini mampu mengantarkan kepada kemuliaan dan kesempatan masuk ke dalam surga.

Imam Ahmad berkata dalam Kitab Musnadnya  dan dinilai hasan oleh syekh syu’aib al-arnauthi : “Dari Abu Hurairah berkata, dikisahkan ada tiga orang sahabat rasul berlomba dalam kebaikan dan ibadah. Sampai suatu hari datang panggilan untuk berjihad dijalan Alloh. Berangkatlah ketiganya ke medan jihad dan Alloh mentakdirkan dua orang diantaranya meninggal gugur syahid dijalan Alloh. Yang satunya masih hidup dan Alloh berikan kesempatan hidup beberapa tahun kemudian sampai akhirnya dia ditakdirkan meninggal di atas kasur.Kemudian ada seorang sahabat rasul bermimpi bertemu dengan tiga orang tadi. Dalam mimpinya dia melihat bahwa orang yang meninggal diatas kasur terlebih dahulu masuk kedalam surga mengalahkan kedua temannya yang gugur dimedan perang. Sahahat tersebut  penasaran, dan akhirnya mengadukan kepada Rasululloh. Dia berkata : Ya Rasul, saya bermimpi tentang tiga sahabat yang meninggal. Dua orang meninggal di medan perang sedangkan yang satu lagi meninggal di atas ranjang. Ternyata dari tiga orang itu yang lebih dahulu masuk surga adalah orang yang ketiga.Kenapa bisa seperti ini wahai Rasul?? Bukankah pahala jihad adalah pahala yang paling besar? Rasul kemudian menjawab: wahai sahabat ketahuilah, kenapa sahabat yang ketiga masuk duluan kedalam surga?

أليسصلىبعدهماكذاوكذاصلاة , وأدركرمضانفصام . فوالذينفسيبيدهإنبينهمالأبعدممابينالسماءوالأرض

Wahai sahabat ketahuilah, bukankah orang yang meninggal terakhir, yang meninggal diatas ranjang itu dia masih bisa melakukan shalat yang tidak dilakukan oleh dua orang temannya itu? bukankah dia juga bertemu dengan bulan ramadhan, dia beribadah didalamnya yang tidak ditemukan oleh dua temannya yang gugur dimedan perang? Demi Alloh, sesungguhnya perbandingan diantara keduanya itu seperti jauhnya antara langit dan bumi.

Persiapan menyambut ramadhan mutlak menjadi agenda wajib pribadi kita hari-hari ini. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menyambut kedatangan ramadhan :

1. memperbanyak Shaum dibulan sya’ban

Memperbanyak shaum menjadi agenda wajib pribadi kita selama bulan sya’ban ini. Sangat logis jika kita sangat memperhatikan amalan yang satu ini, karena tentu ibadah pokok dibulan ramadhan adalah shaum. Memperbanyak shaum disini tentu ragamnya sangat luas. Bisa memperbanyak shaum sunnah, sebagaimana yang dilakukan rasulullah Saw : dari Aisyah R.A , “Saya tidak melihat rasul memperbanyak saum sunnah kecuali dibulan sya’ban,” (HR. Muslim). Bisa juga memanfaatkan bulan sya’ban sebagai bulan mengqhodo shaum bagi mereka yang belum sempat mengqhodo shaum dibulan lain. Hal ini yang pernah dilakukan ibunda Aisyah R.A : Saya memiliki hutang shaum ramadhan, dan tidak ada kesempatan untuk mengqhodo kecuali dibulan sya’ban. Maka aku memanfaatkannya untuk mengqhodo shaum.” (Muttafaqun ‘Alaih)

2. Segera melakukan Taubatan Nasuha

Bertaubat kepada Alloh tidak harus menunggu datangnya ramadhan. Taubat mutlak harus kita lakukan setiap saat, setiap waktu. Namun tentu, sangat pantas dan layak seorang mukmin melakukan proses taubatan nasuha kepada Alloh SWT menjelang ramadhan, agar sebelum ramadhan kita berada dalam kondisi bersih dan suci dari dosa sehingga diberikan kemudahan oleh Alloh dalam melakukan beragam ketaatan. Karena hanya orang-orang yang memiliki rasa takut yang tinggi kepada Allohlah, yang akan diberikan kemudahan mengikuti petunjuk. Alloh SWT berfirman : Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang yang takut kepada adzab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya, dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allohlah kembali.(QS. Fatir:18)

3. Menghentikan permusuhan dengan siapapun

Memang tidak ada petunjuk yang jelas kepada kita tentang hal ini. Namun satu hal yang harus kita fahami dan sikapi, bahwa upaya meminta maaf dan membuka pintu maaf harus terus kita upayakan setiap saat terlebih lagi dalam menghadapi bulan ramadhan. Selama bulan ramadhan, para salafussholih tidak membiarkan waktu-waktu berharga ramadhan kecuali selalu dalam nuansa ketaatan. Mereka fokus beribadah kepada Alloh. Mereka fokus memperbaiki diri dan memantaskan diri dihadapanNya menjadi hamba yang layak untuk dicintaiNya. Dalam kitab Lathaiful Ma’arif disebutkan : Seorang salafussholeh -Sufyan At-tsauri- disaat memasuki bulan ramadhan beliau meninggalkan semua aktifitasnya dan hanya fokus kepada Alquran. Tidak mungkin mereka fokus beribadah jika dalam hatinya ada perasaan hasud kepada sesama saudaranya. Tidak mungkin mereka berjuang memantaskan diri dihadapan Alloh, jika mereka sendiri masih menyimpan dendam dan ankara murka kepada sesama muslim. Karena alasan inilah, sebelum ramadhan kita dianjurkan untuk meminta maaf kepada siapapun.

4. Memahami kembali Fiqh Shaum

Dalam beribadah, kita harus memastikan bahwa aktivitas ibadah tersebut berdasarkan petunjuk Alloh dan Rasul-Nya. Karena Alloh dan Rasul-Nya akan menolak setiap praktik ibadah yang tidak berdasarkan petunjuk Alloh dan Rasul-Nya. Nabi Muhammad Saw bersabda : “Barangsiapa beramal dengan sebuah amalan tanpa petujuk dan perintah kami, maka amalan tersebut akan tertolak,(HR. Muslim). Terlebih dalam melaksanakan ibadah shaum, kita harus memastikan bahwa seluruh aktifitas shaum kita sesuai dengan sunnahnya, sesuai contoh dan petunjuk Rasulullah Saw. Hal-hal yang berkaitan dengan sunnah-sunnah shaum mesti kita pelajari kembali. Hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang membatalkan dan merusak pahala shaum kita harus terus kita kaji sehingga ibadah shaum kita betul-betul sempurna. Termasuk juga kita mesti mengkaji ulang berbagai macam keutamaan yang Alloh sediakan selama bulan ramadhan, agar kita termotivasi untuk terus meningkatkan semangat beribadah.

5. Memperbanyak Berdoa kepada Alloh

Inilah senjata utama kita menyambut ramadhan. Mengikatkan keinginan kita dengan takdir Alloh SWT kepada kita dibulan ramadhan tahun ini. Karena, kita tidak memiliki jaminan akankah ramadhan tahun ini menjadi milik kita atau tidak? Atau bisa jadi Alloh hanya memberikan kesempatan kepada kita setengahnya saja selama ramadhan?Doa yang kita sampaikan kepada Alloh tidak ada yang ditentukan. Dengan bahasa sendiri pun dibolehkan, yang jelas intinya selalu memohon takdir terbaik dari Alloh SWT dan dipertemukan dengan bulan yang mulia ini.

Demikianlah rangkaian persiapan yang mesti kita lakukan menjelang kedatangan bulan ramadhan tahun ini. Besar harapan kita semua, selama bulan ramadhan tahun ini kita bisa memaksimalkan ibadah dengan sebaik-baiknya. Aktifitas pokok yang tidak boleh kita lewatkan selama ramadhan adalah memperbanyak istigfar. Karena, dengan diampuninya dosa kita oleh Alloh SWT, memudahkan kita semua untuk melakukan aktifitas ketaatan dan melipatgandakan semangat beramal shaleh selama ramadhan. Artinya, disaat kita merasa kehilangan kendali semangat beribadah dibulan ramadhan nanti, segeralah beristigfar kepada Alloh. Kemaksiatan dan dosalah yang menghalangi kita untuk mudah melaksanakan amal shaleh. Akhirnya, Alloh mudahkan kita untuk shaum dengan sebaik-baiknya. Alloh mudahkan kita untuk melaksanakan tarawih dengan sekhusyu-khusyunya. Dan Alloh mudahkan kita untuk bersemangat menyantap Al Quran dengan ragam sajian, membacanya, menghafalkannya, mentadabburinya dan mengamalkannya.

Selain aktifitas ibadah vertikal kita kuatkan kepada Alloh selama ramadhan, aktifitas ibadah horizontal pun tidak boleh kita abaikan, bahkan harus kita tingkatkan selama shaum ramadhan. Suatu hari Rasul pernah ditanya oleh seorang sahabat, kapankah shadaqah yang paling utama? Rasul menjawab : shadaqah dibulan ramadhan. Hadis ini sejatinya mendorong kita untuk memanfaatkan momentum kemuliaan dan keberkahan ramadhan dengan memperbanyak kualitas dan kuantitas infaq dan shadaqah kita. Jangan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Jangan tunda-tunda untuk mengamalkan kebaikan ini. Tebarkan senyum dan kebahagiaan kita kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi, harus menjadi karakter utama kita dibulan mulia ini. Semoga Alloh mampukan kita untuk terus beramal. Semoga Alloh limpahkan harta kepada kita sehingga kita memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan ibadah horizontal yang satu ini selama ramadhan. Wallohu ‘Alam

*foto: plus.google.com

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.