GHOUTA – Wilayah Ghouta berada di pinggiran Damaskus, 70% dari 1,8 Juta penduduk Ghouta terpaksa meninggalkan rumah dan harta bendanya sejak tindakan membabi buta dari rezim pemerintahan Suriah. Selama 5 tahun Ghouta telah dikepung rezim pemeritahan Suriah, penduduknya tidak diperbolehkan untuk keluar dan menerima bantuan makanan. Saat ini, penduduk Ghouta tersisa ± 367.000 orang yang berada di bawah pengepungan rezim pemerintahan Suriah.

Lebih dari sepekan serangan militer rezim pemeritahan Suriah membombardir Ghouta tanpa henti sejak (18/2/18) meluluhlantahkan rumah, gedung, rumah sakit, panti asuhan, dan masjid hingga menewaskan lebih dari 500 orang dan melukai 2000 orang penduduknya, termasuk di dalamnya anak-anak. Krisis pangan, air dan obat-obatan menjadi masalah serius bagi penduduk Ghouta yang bertahan diantara reruntuhan gedung-gedung dan terowongan yang tersisa.

Sejak 2011, Suriah telah menjadi medan pertempuran, ketika rezim pemerintahan Suriah menumpas aksi protes pro-demokrasi dengan keganasan di luar batas kemanusiaan. PBB mencatat lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta penduduk Suriah terpaksa mengungsi. Sementara menurut Lembaga Pusat Penelitian Kebijakan Suriah (Syrian Center for Policy Research, SCPR) korban tewas akibat konflik lima tahun di Suriah mencapai angka lebih dari 470.000 jiwa.

Krisis kemanusian tengah berlangsung di Ghouta dan Suriah secara keseluruhan, Indonesia Berbagi mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk menyisihkan sebagian rezekinya membantu rakyat Suriah dan senantiasa mendo’akannya.

Donasi Peduli Ghouta Suriah bisa disalurkan melalui Rekening BTN Syari’ah No. 745.300.23.83 an. Yayasan Indonesia Berbagi, konfirmasi WA/Telegram 0813-2281-3000 atau manfaatkan layanan jemput donasi hubungi Call Center 0812-2322-4000. (Nursyamsiah/Berbagi)

*dari berbagai sumber

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.