Oleh: H. Deni Mardiana, Lc. (Dewan Pengawas Syariat Indonesia Berbagi)

PENGANTAR

Air mata ini belumlah kering, saat bulan Juli dan Agustus yang lalu Alloh timpakan musibah gempa bumi di tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Semua tak kuasa menahan kesedihan yang dialami oleh masyarakat lombok akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR dan 7,0 SR. Ratusan orang meninggal, ribuan rumah rusak berat dan kerugian materil dan materil seolah melengkapi kesedihan masyarakat lombok dan sekitarnya. Proses recovery masih terus dilakukan untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis masyarakat Lombok.

Air mata ini pun kembali berderai deras saat hari Jum’at 28 September 2019 lalu, gempa bumi mengguncang tanah Palu dan Donggala. Gempa berkekuatan 7.4 SR yang disusul dengan tsunami meluluh lantahkan kehidupan sebagian masyarakat Palu dan Donggala dalam hitungan jam saja. Semua berteriak meminta tolong, semua lari mencari tempat yang aman. Namun takdir Alloh telah terjadi, ribuan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak parah, fasilitas umum rusak dan aktivitas masyarakat terganggu disebabkan lumpuhnya akses jalan. Bantuan sulit disalurkan, penjarahan dimana-mana akibat kondisi dan situasi yang melilit mereka. Sampai hari ini, kondisi masyarakat Palu dan Donggala masih mencekam disebabkan masih terjadi ratusan kali gempa susulan. Kita doakan semoga mereka diberi kesabaran dan segera pulih dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Kita salurkan bantuan terbaik untuk meringankan beban mereka, sesuai kemampuan kita.

Gempa bumi dan Tsunami seolah tidak pernah beranjak dari bumi Indonesia. Selesai satu kejadian, rentetan kejadian seolah sedang mengantri. Lalu kita pun bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi di Indonesia sehingga Gempa bumi dan Tsunami begitu akrab dengan wilayah Indonesia? Perbuatan apa yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia sehingga musibah demi musibah seolah terus Alloh timpakan? Pertanyaan-pertanyaan di atas tentu sangat bisa kita jawab, baik melalui pendekatan ilmiah maupun pendekatan spiritual dan pendekatan yang lainnya. Pada kesempatan ini, penulis ingin sedikit berbagi berkaitan dengan isyarat Alloh dalam Al Quran berkaitan dengan gempa dan tsunami, juga kajian ilmiah berkaitan dengan letak geografis wilayah Indonesia yang secara kajian geologi memang berada pada pusaran gempa yang sangat kuat. Secara khusus, kita akan ungkap satu persatu agar semua mendapatkan pengetahuan yang utuh dan memiliki kewaspadaan yang tinggi akan ancaman gempa dan tsunami di Indonesia.

A. Gempa Bumi Dalam Kajian Ilmiah

Seperti yang dilansir dari bnpb.go.id, gempa bumi merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan. Selain sebab-sebab di atas, sebenarnya ada empat alasan yang menjadikan Indonesia seolah menjadi wilayah langganan gempa. Alasan-alasan tersebut ialah:

1. Letak geografis

Dilansir dari worldatlas.com, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Hal ini memang menyebabkan Indonesia sebagai tempat strategis untuk perdagangan dan menjalin antar negara. Namun, dibalik itu semua ada dampak buruk seperti gempa bumi yang sering terjadi. Hal ini terjadi karena Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia.Hal ini yang kemudian menjadi penyebab kenapa di Indonesia sering sekali terjadi gempa bumi, baik vulkanik maupun tektonik.

2. Pergerakan lempeng

Salah satu penyebab terjadinya gempa adalah pergerakan lempeng bumi. Pergerakan lempeng ini menghasilkan tekanan yang berujung pada terjadinya gempa. Besar kecilnya gempa tergantung pada besar tekanan yang terjadi karena pergerakan lempeng ini.Teori dari lempeng tektonik menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Sebagian besar area dari lapisan kerak ini akan hayut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan ini kemudian bergerak perlahan sehingga terpecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya.Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya gempa tektonik. Karena letak Indonesia berada dalam tiga lempeng bumi. Jika salah satu dari ketiga ini bergerak dan bergesekan dengan lempeng lain, maka kemungkinan terjadinya gempa sangatlah besar.

3. Cincin api pasifik

Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api Pasifik. Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan letusan gunung berapi, gempa dan tsunami.Cincin api pasifik atau lingkaran api pasifik alias ring of fire adalah daerah yang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan api pasifik.Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa pasifik. Karena terletak di atas jalur magma ini, Indonesia memilik 127 gunung berapi aktif dengan 5 juta penduduk yang tinggal di sekitarnya. Dengan jumlah yang sebanyak itu, maka aktivitas vulkanik yang berpotensi menimbulkan gempa akan semakin banyak. Gunung api di Indonesia yang paling aktif adalah gunung Kelud dan gunung Merapi.

4. Reaksi berantai dari gunung berapi

Indonesia tercinta kita ini ada fenomena unik yang terjadi. Yaitu meletusnya tiga gunung berapi secara bersamaan. Gunung meletus ini diantaranya, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Gamalama di Ternate.Kemungkinan yang menjadi penyebab hal ini adalah reaksi yang berantai yang terjadi di dapur magma. Jika dilihat dari peta cincin berapi pasifik, kita bisa mengetahui bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia berada tepat di atas dapur magma.Karena berada pada satu jalur, setiap aktivitas yang terjadi di dapur magma dapat memicu meletusnya gunung berapi secara bersamaan. Hal ini tentu disertai dengan rentetan gempa vulkanis. Karena hal inilah, Indonesia sangat sering mengalami gempa bumi.

B. Gempa Bumi Dalam Alquran

1. Ayat-ayat Tentang Gempa

- Gempa yang ditimpakan kepada penduduk Madyan Umat Nabi Syu’aib(QS. Al ‘ankabu: 36 – 40)

36. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.”

37. Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

38. Dan (juga) kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,

39. dan (juga) Karun, Fir’aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

40. Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

- Gempa yang menimpa pada umat Nabi Musa (QS. Al-a’raf: 155)

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal diantara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.”

- Gempa yang menimpa pada kaum Nabi Shaleh (QS. Al A’raf: 75-79)

75. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri diantara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman diantara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.”

76. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.”

77. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).”

78. Karena itu mereka ditimpagempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

79. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.”

Demkianlah Al quran dengan jelas dan gamblang menjelaskan kisah umat terdahulu yang duhaka kepada Alloh kemudian Alloh berikan adzabnya berupa gempa dan adzab yang lainnya. Masih banyak ayat yang lain yang menjelaskan hal ini, cukuplah beberapa ayat di atas menjadi pelajaran.

C. Gempa dan Peringatan Ilahi

Jika kita mentadabburi Al Quran, kita akan menemukan hakikat dari setiap bencana yang selama ini menimpa baik bencana itu berupa gempa bumi, tsunami maupun longsor dan jenis yang lainnya. Dari dua ayat di bawah ini, nampak jelas Alloh menyebutkan bahwa gempa bumi bagian dari tanda kekuasaan Alloh bahkan menjadi peringatan bagi setiap hamba yang berbuat syirik dan meninggalkan kewajibannya kepada Alloh.

Perhatikan firman Alloh berikut ini:

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا

“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. Al-Israa: 59)

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala juga berfirman:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushilat: 53)

Jika kemudian kita bertafakkur, semua musibah yang terjadi di alam ini, berupa gempa dan musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat yang diperbuat. Perhatikanlah firman Allah SWT:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syuura: 30)

Seorang sahabat nabi bernama Ka’ab bin Malik -rodhiyallahu ‘anhu- berkata : “Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rabbnya azza wajalla melihatnya.”

Kemudian perhatikanlah nasehat A’isyah -rodhiyallahu ‘anha-. Suatu saat Anas bin Malik -rodhiyallahu ‘anhu- bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: “Wahai Ummul Mukminin jelaskan kepadaku tentang gempa?” Kemudian Aisyah -rodhiyallahu ‘anha- menjelaskan: “Jika mereka telah menghalalkan zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: guncanglah mereka. Jika mereka taubat dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak, Dia akan menghancurkan mereka.” Orang itu bertanya kembali: Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi mereka? Aisyah -rodhiyallahu ‘anha- menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan kemurkaan bagi kafirin.” Anas lalu berkata: Tidak ada perkataan setelah perkataan Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.

Penjelasan-penjelasan di atas begitu jelas dan gamblang, bermuara kepada sebuah kesimpulan penting tentang sebab terjadinya musibah demi musibah yang selama ini menghampiri kita. Kemaksiatan dan perilaku menyimpang baik secara tersembunyi maupun terang-terangan, baik secara kolektif maupun sendiri-sendiri yang menjadi penyebab utama Alloh timpakan musibah itu.

Ketika gempa atau bencana lain seperti gerhana, angin ribut dan banjir datang, hendaklah setiap kita bersegera untuk bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, merendahkan diri kepada-Nya dan memohon keselamatan dari-Nya, memperbanyak dzikir dan istighfar (memohon ampunan pada Allah). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana bersabda, “Jika kalian melihat gerhana, maka bersegeralah berdzikir kepada Allah, memperbanyak do’a dan bacaan istighfar.

PENUTUP

Cukup sudah kesombongan dan kepongahan itu kau tampakkan, segera akhiri dan kembali ke jalan-Nya. Cukup sudah perilaku menyimpang dan pengkhiatan terhadap amanah ilahi yang berada di pundakmu itu kau akhiri sampai di sini. Penjelasan-penjelasan di atas hendaknya menjadi pemantik untuk membangkitkan kesadaran jiwa kita bahwa semua peristiwa yang selama ini terjadi disebabkan perilaku manusia, perilaku kita semua.

Semoga Alloh SWT memberikan kesabaran kepada para korban gempa dan segera mengangkat penderitaan mereka. Semoga kita pun yang diberi keluasan rizki untuk bisa berbagi bahagia kepada korban gempa, baik yang ada di Lombok maupun yang ada di Palu. Bentuk kepedulian kita kepada mereka bukan hanya menjalankan perintah Alloh dan Rasul-Nya, namun sebagai pembuktian bahwa mereka adalah saudara kita yang membutuhkan uluran bantuan kita. Karenanya, meringankan beban orang lain adalah cara kita mengundang datangnya pertolongan Alloh. Karenanya, membantu orang lain adalah cara kita mengundang datangnya bantuan Alloh kepada kita. Wallohu ‘alam.

Image source: google.com

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.