Oleh: H. Deni Mardiana, Lc (Dewan Pengawas Syariah Indonesia Berbagi Foundation)

Salah satu wujud kesempurnaan islam seseorang adalah ketika dia menunaikan kewajiban zakat. Kewajiban zakat sangat melekat dalam diri seorang muslim, dikarenakan ada konsekuensi logis dari kepemilikan harta dan materi yang selama ini dimilikinya. Harta yang dia miliki hakikatnya titipan Alloh. Manusia hanya diberikan kesempatan mengelola harta dan mengatur harta sesuai peruntukannya. Karena harta hanyalah titipan, sangat wajar jika seandainya diambil kembali oleh pemilik hakikat harta tersebut. Sehingga harta yang menjadi milik manusia seutuhnya adalah bukan apa yang selama ini dia simpan dan yang selama ini dikonsumsi namun apa saja yang telah berwujud menjadi investasi amal kebaikan dihadapan Alloh melalui kewajiban mengeluarkannya baik dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah maupun yang lainnya.

Sebagaimana yang telah kita pahami bersama bahwa zakat adalah bentuk ibadah maliyah dan ibadah ijtima’iyyah. Selain membersihkan harta dan menjaga harta dari keberkahannya, zakat merupakan bentuk ibadah sosial yang  diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan umat di sektor ekonomi. Harta yang dimiliki oleh orang kaya tidak boleh berputar di sekitar mereka saja, tapi harus mampu terdistribusikan kepada mereka yang membutuhkan sehingga umat dapat hidup sejajar dengan umat yang lain dalam hal kesejahteraannya. Selain menjadi solusi memecahkan permasalahan umat dalam hal kesejahteraan, zakat sebenarnya menjadi sarana untuk mencegah datangnya bencana kepada manusia. Imam Ibnu Qayyim berkata: “Sesungguhnya menunaikan zakat memberikan efek yang dahsyat dalam mencegah datangnya bencana, walaupun zakat itu datang dari seorang yang durhaka, dholim bahkan kafir sekalipun. Alloh menjadikan zakat sebagai penghalang datangnya bencana tersebut dari beberapa bentuk bencana. Dan ini sudah menjadi pengetahuan di kalangan manusia secara umum maupun secara khusus.”

Masih banyak kaum muslimin yang tidak sadar bayar zakat. Hal ini terjadi disebabkan minimnya pemahaman mereka tentang zakat itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang masif agar potensi kekayaan umat dapat tersalurkan dengan baik kepada mereka yang memang sangat membutuhkan. Agar harta yang mereka miliki semakin berkah dan melimpah, maka sangat penting untuk terus disadarkan dan diarahkan agar mengeluarkan sebagian hartanya untuk dizakati.

A. Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa artinya mensucikan/membersihkan, memberkahi, bertumbuh dan mendatangkan kemashlahatan. Ibnu Taimiyyah berkata: “Orang yang berzakat sejatinya sedang membersihkan jiwanya (dari sifat kikir dan sombong), dan harta yang disedekahkan/dizakatkan sifatnya membersihkan, dan bertumbuh dikemudian hari.”

Zakat menurut istilah ialah jumlah tertentu dari harta yang dimiliki, disalurkan kepada para mustahiq (penerima zakat), pada waktu tertentu dengan ukuran tertentu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat.

B. Urgensi Zakat

Zakat memiliki nilai urgensitas yang sangat tinggi dalam islam. Setidaknya ada 5 nilai kepentingan zakat dalam islam sesuai petunjuk Alloh dan Rasul-Nya.

1. Indikator utama ketundukan seseorang terhadap ajaran Islam

AllahSWT berfirman:“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. (QS. AT-Taubah: 11)

2. Salah satu ciri dari orang yang mendapatkan kebahagiaan

Firman Allah Swt :“Dan orang-orang yang menunaikan zakat.” (Al-Mukminun: 4)

3. Akan mendapatkan pertolongan Allah SWT

Firman-Nya:“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

4. Memperhatikan hak fakir dan miskin serta para mustahik lainnya

Firman Allah Swt.: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

5. Membersihkan diri dan harta muzaki serta mensucikan jiwanya

Firman Allah SWT: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

C. Hikmah Diwajibkannya Zakat

Terdapat beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari disyariatkannya ibadah zakat bagi seorang mukmin. Diantara hikmah itu ialah:

a. Memadamkan panasnya siksa kubur

Sebagaimana yang disabdakan Rasul: “Sesungguhnya berzakat/bersedekah itu mampu memadamkan panasnya siksa kubur, dan kelak di hari kiamat harta yang disedekahkan akan menaungi dan menjaga pelakunya.” (Silsilah Hadis Shohih 3484)

b. Menyelesaikan problematika sosial di masyarakat sehingga terbangun ruh kebersamaan dan saling tolong-menolong

c. Membersihkan diri dari perbuatan kikir dan sombong

d. Menjadi jembatan dalam menjemput rahmat Alloh Swt

e. Salah satu sifat para pemakmur masjid Alloh

f. Salah satu sifat calon penghuni surga firdaus

g. Salah satu syarat Alloh memberikan pertolongan kepada hamba-Nya

D. Agar Harta Semakin Berkah dan Melimpah

Siapapun kita, tentu berharap bahwa harta yang sekarang dimiliki dan yang belum dimiliki selalu berada pada dua pusaran pokok: berkah dan melimpah. Pusaran ini menjadi penting untuk diperhatikan agar nilai kebermanfaatan harta benar-benar mampu menjadi daya magnet yang kuat dalam menyelesaikan berbagai konflik dan kondisi sosial di masyarakat. Terlebih lagi, di ujung belahan dunia sana masih banyak kaum muslimin yang hidup di bawah garis kemiskinan, tertekan dalam kondisi rezim yang intimidatif sehingga membokoit kaum muslimin untuk maju dan berkembang dalam segala hal termasuk sektor ekonomi kesejahteraan.

Keberlimpahan dan keberkahan yang menjadi harapan utama dari hak harta yang kita miliki hanya akan dapat kita rasakan manakala kita mengeluarkan hak dari harta itu sendiri. Zakat, infaq dan shadaqah merupakan bagian terpenting dari hak harta seorang muslim. Sebagaimana telah diterangkan di atas bahwa dengan mengeluarkan kewajiban zakatnya, maka harta kita sebenarnya sedang diproses untuk terus tumbuh berkembang, membersihkan harta dan pemiliknya serta menjadi passive income terhadap kondisi ekonomi umat yang saat ini sedang terpuruk. Dengan berzakat kita sedang melakukan proses recovery dan penataan ulang kondisi kesejahteraan umat islam yang tertinggal jauh dari umat agama lainnya.

Kesadaran untuk berzakat inilah yang harus terus digelorakan. Banyak potensi harta umat yang belum terkelola dengan baik dan rapi dan banyak pula potensi zakat dari kepemilikan  harta tersebut yang harus segera kita jemput dan kita petakan. Lahirnya lembaga-lembaga Amil Zakat di beberapa daerah sebenarnya menjadi jawaban akan keberpihakan dan keseriusan untuk menjadi solusi dari kondisi di atas. Profesionalisme menjadi syarat utama sebuah Lembaga Amil Zakat agar potensi zakat umat benar-benar terdistribusi sesuai kepentingan dan prioritas di setiap jenjangnya.

Jangan tunggu anda kaya lalu anda berzakat. Segeralah keluarkan zakat dari harta yang anda miliki di saat sudah memenuhi syarat dan ketentuannya. Segeralah berkonsultasi kepada lembaga amil zakat yang mudah diakses agar harta yang dimiliki benar-benar disalurkan kepada yang berhak mendapatkannya. Berbagilah dengan sesama, karena memang Alloh sudah menakdirkan kita menjadi manusia berbagi. Manusia yang selalu peduli terhadap nasib saudaranya sendiri. Berzakatlah segera, maka anda layak menjadi manusia berbagi dan akan mendapatkan bagian dari kebaikan yang anda lakukan.

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.