Oleh: H. Deni Mardiana, Lc (Dewan Pengawas Syariat Indonesia Berbagi)

Bulan Sejuta Pahala Telah Tiba

Bulan Dzulhijjah sudah kita masuki di tahun ini. Sebagai pertanda bahwa tahun ini sebagian kaum muslimin akan melaksanakan rukun islam yang ke lima yaitu menunaikan ibadah haji ke baitullah. Rukun islam yang kelima ini menjadi dambaan setiap muslim untuk mampu ditunaikan secepatnya, berhubung berbagai kendala dan kesulitan sering kali menghalangi mereka untuk segera menunaikan kewajiban ini. Sungguh, betapa gembira dan bahagianya mereka yang tahun ini mendapatkan kesempatan menjadi dhuyufurrahman (Tamu-tamuAlloh) dan merasakan kenikmatan beribadah, bersujud, bertahmid dan bertaubat serta melaksanakan beragam aktivitas ketaatan kepada Alloh SWT dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah saw. Kita doakan bersama, semoga siapapun yang tahun ini mendapat undangan spesial dari Alloh berupa ibadah haji, seluruh amalannya diterima oleh Alloh menjadi amalan maqbulan. Seluruh dosanya menjadi dzanban maghfuran, dan seluruh perniagaan mereka menjadi perniagaan yang tidak merugi.

Bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini janganlah berkecil hati. Masih banyak peluang dan kesempatan pahala yang bisa kita raih di bulan yang mulia ini. Beragam aktivitas ketaatan kita di hari-hari ini akan menjadi buah amal shaleh yang dicintai oleh Alloh dan mendatangkan kebaikan untuk kita semua. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

مامنأيّامالعملالصّالحفيهاأحبّإلىاللّهمنهذهالأيّام – يعنيأيّامالعشر – قالوا : يارسولاللّهولاالجهادفيسبيلاللّه؟قال : ولاالجهادفيسبيلاللّه،إلاّرجلخرجبنفسهوماله،فلميرجعمنذلكبشيء.

(رواهأبوداودوصححهالألباني)

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud & dishahihkan Syaikh Al Albani)

Aktivitas ketaatan yang sangat mungkin kita lakukan di bulan ini sesuai petunjuk Rasulullah sawialah melaksanakan saum sunnah arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, shalat idul adha tanggal 10 Dzulhijjah dan menyembelih hewan qurban. Beberapa amalan tersebut sangat mampu untuk kita tunaikan di bulan ini, karena tidak memerlukan persiapan yang sifatnya berat seperti halnya mempersiapkan diri ketika ingin menunaikan ibadah haji. Kesempatan yang sangat terbuka ini harus segera kita maksimalkan dan segera kita persiapkan. Niat yang benar dan tekad yang kuat untuk menjemput pahala terbaik di bulan ini setidaknya harus segera kita hadirkan.

Salah satu jenis ibadah yang tidak boleh kita lewatkan dibulan Dzulhijjah ini ialah melaksanakan ibadah Qurban. Alloh SWT mengingatkan kepada kita untuk memperhatikan ibadah ini dengan sebaik-baiknya:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرْ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ...

Sesungguhnya Kami telah memberikankepadamu nikmat yang banyak. Makadirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah…(QS. Al Kautsar: 1-2)

Ayat di atas menegaskan kepada kita perintah untuk berqurban. Para ulama bersepakat bahwa ibadah qurban merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan Rasulullah saw untuk ditunaikan di bulan ini. Bahkan Imam Abu Hanifah mengkategorikan wajib melaksanakan ibadah qurban bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial dan terbuka kesempatan baginya untuk berqurban. Dalam sebuah hadis shahih Rasulullah saw menegaskan kepada umatnya untuk memperhatikan ibadah ini, beliau bersabda:

  مَاعَمِلَآدَمِىٌّمِنْعَمَلٍيَوْمَالنَّحْرِأَحَبَّإِلَىاللَّهِمِنْإِهْرَاقِالدَّمِ (رواه الترمذي)

Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban).” (HR. Tirmidzi)

Alangkah indahnya bagi mereka yang mampu berqurban setiap tahun, sebagai wujud implementasi kesyukuran kepada Alloh SWT serta wujud pengorbanan yang agung kepada-Nya sebagaimana dulu nabiyullah Ibrahim As telah memberikan teladan yang mulia tentang bagaimana sejatinya seorang hamba Alloh berkorban. Disaat ibadah haji masih sulit kita tunaikan dengan beragam alasan yang mengemuka, ibadah qurban menjadi pilihan ibadah dibulan ini yang mesti kita perhatikan dan terus kita maksimalkan ikhtiarnya. Timbul kemudian pertanyaan, apakah ibadah qurban ini harus kita tunaikan setiap tahun di bulan Dzulhijjah ataukah cukup kita tunaikan sekali seumur hidup? Karena sebagian orang selalu berpersepsi bahwa qurban cukup sekali seumur hidup, perlu kiranya kita mengupas tentang bagaimana pandangan para ulama fiqh mengenai permasalahan ini. Agar selanjutnya kita memiliki frame berfikir yang benar tentang ibadah yang kita lakukan selama ini.

Berqurban Bukan Sekali Seumur Hidup

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa ibadah qurban hukumnya sunnah muakkadah. Sebuah aktivitas ibadah yang memang tidak sampai wajib, namun menunaikan ibadah ini harus kita perjuangkan dengan baik agar mendapat pahala yang berlimpah dari Alloh SWT.

Imam Nawawi dalam Al Minhaj (3: 325) berkata, “Qurban itu tidak wajib kecuali bagi yang mewajibkan dirinya untuk berqurban (contoh: nadzar).”

Dalam Al Majmu’ (8: 216), Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut madzhab Syafi’i dan madzhab mayoritas ulama, hukum qurban adalah sunnah muakkad bagi yang mudah (punya kelapangan rezeki) untuk melakukannya dan itu tidak wajib.”

Di kitab lainnya, Imam Nawawi mengatakan, “Para ulama berselisih pendapat mengenai wajibnya qurban bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki. Menurut mayoritas ulama, hukum berqurban adalah sunnah. Jika seseorang meninggalkannya tanpa udzur (tidak berdosa), ia tidaklah berdosa dan tidak ada qadha’ (tidak perlu mengganti).” (Syarh Shahih Muslim, 13: 110). Seluruh pandangan Imam Nawawi diatas menunjukkan bahwa siapa yang punya kemampuan (kelapangan rezeki) setiap tahun untuk berqurban tetaplah berqurban. Begitu pun, bagi mereka yang tidak memiliki kelapangan untuk menunaikan qurban hendaklah senantiasa memohon kepada Alloh agar disegerakan dan dimampukan untuk bisa menunaikannya.

Perlu kiranya kita renungkan kembali perjalanan kehidupan nabi Ibrahim beserta keluarganya. Disana kita menyaksikan betapa berat dan besarnya ujian yang Alloh berikan kepada mereka. Terkhusus kepada Ibrahim, Alloh SWT memberikan ujian demi ujian yang berat untuk mengukur sejauhmana kekuatan iman Nabi Ibrahim As dan sejauhmana bentuk komitmen Ibrahim dalam mewujudkan cintanya kepada Alloh. Tidak tanggung-tanggung, Alloh menguji Ibrahim dengan perintah menyembelih anaknya. Awalnya beliau merasa ragu akan kemampuan dirinya menghadapi ujian tersebut, namun kekuatan iman dan kesholehan Ismail menjadi bukti keberhasilan Ibrahim menghadapi ujian terberat itu. Jika dulu Ibrahim mampu melewati rintangan demi rintangan ujian dan siap mengorbankan apa saja untuk membuktikan kecintaan dan ketaatannya kepada Alloh, hari ini kita “hanya” diminta untuk mengorbankan seekor hewan sembelihan qurban sebagai wujud pengorbanan kepada Alloh dalam menghadirkan nilai ketaqwaan dalam diri. Sehingga, ibadah Qurban kita setiap tahun sejatinya bukan hanya ingin mengikuti sunnah Rasulullah saw dan Nabi Ibrahim semata, jauh dari itu dengan berqurban kita pun ingin semakin menguatkan kualitas ketaqwaan kepada Alloh dan menyembelih semua kesombongan dan keangkuhan diri yang selalu menghalangi kita dari ingat kepada Alloh.Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak berqurban. Dengan begitu berqurban menjadi sarana efektif untuk mengikis egoisme dan kesombongan dalam diri. Berqurban bukan sekali seumur hidup, namun dia adalah ibadah tahunan yang mesti menjadi prioritas kita disaat kewajiban menunaikan ibadah haji belum sanggup kita tunaikan.

Selamat berqurban, semoga Alloh menerima seluruh amal shaleh kita. Segera pastikan kita berkontribusi dalam amal tahunan berupa menyembelih hewan qurban sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Alloh. Segera pastikan bahwa Indonesia Berbagi menjadi mitra terbaik anda dalam mengelola dan menyalurkan hewan qurban untuk diberikan kepada fakir miskin dan seluruh kaum muslimin yang tidak merasakan kebahagiaan sebagaimana kita merasakannya. Selamat berqurban.. maka anda layak berbahagia dengan pengorbanan anda!

Share it on

Comment (0)


No Comment Yet


Leave a Comment

Membantu usaha seseorang, Akan mengubah dunia ini.